|
Kalau Allah SWT berkehendak, dalam 1 menit pun manusia jadi ga ada artinya.. Jogja, Sabtu, 27.05.06, 05:50 Cuma dalam hitungan detik, kami sekeluarga lari keluar.. Tanah seperti dibanting-banting,.. dari luar..kami pandangi rumah..berharap semua tadi cuma mimpi Tapi anak2 kos menangis, tetangga2 menjerit. Belum ada 15 menit, banyak kendaraan menderum-derum melewati depan rumah, kata mereka, air sudah sampai semata kaki di jalan solo…tsunami datang.. Kalau panik, kadang memang orang jadi ga logis..rumah saya 30 km dari pantai selatan dan 30 km dari puncak merapi.. Tiba2 mobile phone saya berbunyi, ada sms bilang, ‘karena gempa, awan panas dari merapi bertambah besar…’ serba salah jadinya..jogja terjepit di tengah-tengah.. Menjelang siang, kami orientasi ke sekitaran jogja… orang-orang menggelar tikar di depan rumah, di tempat lapang, di pinggir jalan.. ada tulisan..’jalan kusus rumah sakit’.. adik saya bilang..’kali ini jogja seperti Jakarta ya..bunyi sirene meraung dimana-mana. Bedanya, di Jakarta yang lewat orang yang [ngerasa] punya Negara, kalo disini yang lewat rakyat yang menderita..’ Sms bunyi lagi,..’keluarga gimana mba’? rumahku hancur, sebagian rata tanah..’ Subhanallah.. Tadinya banyak rencana sudah saya susun sebelum ke jogja, self indulging; beli buku, manjain orang tua & adik..tapi rencana tetap rencana… Orang tua bilang..’liburan kamu sekarang berkesan ya..siapa sangka akan ada gempa hari ini..’ Alhamdulillah..Saya dan keluarga ngga habis-habisnya bersyukur, kami masih diberi selamat, ada listrik, air dan makanan berkecukupan.. Jogja, minggu, 28.05.06 Pagi-pagi, sudah ada sms masuk, ‘lagi mau antre beras, tapi penuh dan harus pake ktp, bisa bantu logistic?’ Siangnya sepanjang menuju ‘ground zero’, tampak satu keluarga beriringan..sedihnya, 4 dari mereka buta Tulisan-tulisan ‘disini terima bantuan apa saja’, ‘posko bantuan’, ‘butuh bantuan, disini ada 68 kk’ terdapat di kanan kiri bahkan di tengah jalan.. Di radio diserukan ‘warga yang tidak berkepentingan, diharapkan tidak usah melalui jalan parangtritis’..tapi heran disana sini banyak orang berhenti dengan video cam pribadinya .. Sampai malam ini, di selatan jogja, lampu belum menyala. Sejak sore, hujan mengguyur deras. Di luar sana, sebagian besar warga masih bermalam di bawah langit yang dilalui Hercules yang katanya ‘membawa bantuan mereka’. Tapi sampai saat ini juga..ada teman yang bilang belum ada bantuan dari pemerintah yang diterima Di selatan jogja, malam ini, mereka masih menggigil, dengan lapar, air mata dan rasa was-was yang masih menghantui mereka. Saya hanya bisa membantu semampu saya dan berdo’a semoga bencana ini sudah berakhir.. Hati saya bersama mereka… sedikit catatan: untuk teman2 yang udah kirim sms.., terima kasih banyak, tesekkurlar, thank you so very much, matur sanged nuwun..
|